5 Penyesalan Terbesar Manusia Menjelang Kematian

Posted by Unknown on | 0 komentar


Ketika manusia mau menghadapi sebuah kematian pastinya ia akan mengingat segala perbuatan dan akan menyesalinya dan ingin meminta maaf dan bertobat namun hal ini sia sia karena ajal sudah didepan mata dan malaikat maut sudah siap menjemput. Seorang perwaat bernama Bronnie Ware bekerja merawat pasien yang menderita sakit parah, khususnya pasien yang dirawat melebihi 12 pekan di rumah sakit.



Ware kemudian mencatat pengalaman luar biasa berupa rentetan penyelesan pasien menjelang kematiannya. Ia menuliskannya dalam sebuah buku berjudul ‘The Top Five Regrets of the Dying’. Apa saja lima penyesalan terbesar manusia saat mau mati? Simak berikut ini 5 Penyesalan Terbesar Manusia Ketika Menjelang Kematian.

1. Ku harap punya keberanian untuk hidup jujur pada diri sendiri, bukan hidup menurut kemauan orang lain

Ini adalah penyesalan paling umum dari semua pasien Ware yang tengah sekarat. Seseorang baru menyadari bahwa hidup mereka mengikuti siklus hidup orang lain pada umumnya.

Dia tak mengikuti mimpinya yang sebenarnya. “Setengah dari mimpi mereka sesungguhnya sudah mati dan belum mereka wujudkan,” kata Ware.

2. Kuharap aku tak bekerja begitu keras

Penyesalan ini umumnya diucapkan oleh pasien laki-laki. Mereka biasanya merindukan anak-anak mereka yang masih muda. Mereka juga merindukan kebersamaan dengan pasangannya yang sudah terbuang percuma gara-gara waktunya dihabiskan untuk bekerja.

Perempuan juga ada yang mengucapkan penyesalan ini. Namun, kebanyakan dari mereka adalah pasien wanita tua, sekaligus mantan wanita karir.

3. Kuharap aku punya keberanian mengungkapkan perasaanku

Banyak orang yang mengorbankan perasaan mereka, misalnya rasa cinta dan rasa suka, hanya demi menjaga perasaan orang lain. Akibatnya, mereka tidak menjadi diri mereka yang sebenarnya. Semuanya berujung kepahitan dan kebencian yang dihasilkan dari memendam perasaan itu.

4. Kuharap aku punya waktu lebih lama berhubungan dengan teman-temanku

Seringkali, seseorang belum menyadari manfaat dari pertemanan dan persahabatan, sampai detik-detik kematian mereka. Banyak orang terjebak dalam dunia mereka sendiri. “Semua orang yang sekarat pada akhirnya merindukan teman-teman mereka,” kata Ware.

5. Kuharap aku bisa membiarkan diriku lebih bahagia

Banyak orang tak menyadari bahwa kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan. Mereka yang menyesali poin terakhir ini biasanya yang sudah terjebak dalam pola lama. Mereka terjebak dalam ‘kenyamanan.’

Mereka yang menyesali hal ini biasanya adalah orang-orang yang takut akan perubahan. Akhirnya mereka hidup dalam kepura-puraan.


Sumber

Share this article :

Free Auto Backlink and Plugboard
Media Informasi Unik

Subscription


Facebook Twitter Google Plus Youtube LinkedIn RSS Feed Email

You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

Terbaru

Site Info